COVER

COVER

Minggu, 10 Januari 2016


AMALAN YANG SERING KITA LEWATKAN SEBULUM TIDUR

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (keda-tangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al‐Ahzab; 33 : 21).

Sahabat ana yang disayangi ALLOH SUBHANAHU WA TA'ALA ,tidur adalah bagian tanda kekuasaan Alloh, sebagaimana difirmankan dalam Al-Quran :

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang  mendengarkan". (QS. Ar-Ruum: 23)

Dan juga dalam firmanNya yang lain :

"Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat".(QS. An-Naba': 9).

Lebih lengkapnya tentang adab tidur menurut tuntunan Rasululloh Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam adalah sbb :

1. ANJURAN TIDUR SIANG

Berkata Ibnu Atsir: "Qoyluulah adalah istirahat di pertengahan siang walaupun tidak tidur".(Nihayah Fi Ghoribil Hadits 4/133)

Berdasarkan hadits:Dari Sahl Bin Sa'd dia berkata: "Tdaklah kami qoyluulah dan makan siang kecuali setelah shalat jum'at".(HR. Bukhari 939 dan Muslim 859)

Juga Rasulullah bersabda: "Qoyluulah kalian sesungguhnya syaithon tidak qoyluulah"(HR. Abu Nu'aim dalam At-Thib: 12/1, Thabrani dalam Al-Ausath: 2725, dihasankan oleh AlAlbani dalam As-Shahihah: 1647)

Al-Ha zh Ibnu Hajar berkata: "Hadits diatas menunjukkan bahwa qoyluulah termasuk kebiasaan para sahabat Nabi setiap harinya".(Fatliul Bari: 11/ 83)


2. TIDUR DI AWAL MALAM 

Rasulullah adalah teladan bagi setiap muslim, maka barang siapa yang memperhatikan tidurnya, niscaya dia akan mendapati bahwa tidumya beliau paling sempurna dan paling bermanfaat bagi tubuh. Beliau tidur diawal malam dan bangun diawal sepertiga malam.

Sahabat mulia Ibnu Abbas pernah bertutur: "Suatu ketika aku pernah bermalam dirumah bibiku Muimunah untuk melihat bagaimana shalatnya Rusulullah, beliau berbincang sejenak bersama istrinya, kemudian tidur".(HR. Muslim: 763)

3. DIBENCINYA TIDUR SEBELUM ISHA dan ngobrol setelahnya.

Berdasarkan hadits:Dari Abu Barzah bahwasanya Rasulullah membenci tidur sebelum isya' dan bercakap-cakap setelahrtya.(HR. Bukhari 568 dan Muslim: 647)

Al-Ha fizh lbnu Hajar berkata: "Dibencinya tidur sebelum Isya' karena dapat melalaikan pelakunya dari shalat isya' hingga keluar waktunya, adapun bercakapcakap setelahnya yang tidak ada manfaatnya-pent, dapat meyebabkan tidur hingga shalat shubuh dan luput dari shalat malam".(Fathul Bari 1/278)

Kemudian Al-Ha zh menegaskan bahwa larangan bercakap-cakap setetah Isya' dikhususkan pada percakapan yang tidak ada manfaat dan kebaikan didalamnya.(Fathul Bari 1/278) Adapun percakapan yang bermanfaat maka tidaklah termasuk dalam larangan ini, sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat bahwasanya Nabi bersama Abu Bakar pernah bercakap-cakap hingga larut malam karena urusan kaum muslimin.(HR. Tirmidzi 169, Ahmad 1115, dishahihkan oleh AI-Albani dalam As-Shahihah, 2781)

4. MENUTUP PINTU, MEMATIKAN API / LAMPU 

Berdasarkan hadits:Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tu tuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.(HR. Bukhari 6296 dan Muslim 2012)

Juga berdasarkan hadits:

Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah bersabda: "Janganlah kalian meningalkan api yang menyala ketika kalian tidur".(HR. Bukhari 6293)


5. BERWUDHU

Berdasarkan hadits:

Dari Baro' Bin 'Azib bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat".(HR. Bukhari 247 dan Muslim 2710)

Imam Nawawi berkata:"Hadits ini berisi anjuran berwudhu ketika hendak tidur, apabila seseorang telah mempunyai wudhu maka hal itu telah mencukupinya, karena maksud dari itu semua adalah tidur dalam keadaan suci khawatir maut menjemput - nya seketika itu, maksud yang lain dengan berwudhu dapat menjauhkan diri dari gangguan syaithon dan perasaan takut ketika tidur".(Syarah Shahih Muslim 17/197)

6. MEMBERSIKAN TEMPAT TIDUR SBELUM TIDUR

Berdasarkan hadits:Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila salah se- orang diantara kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menim-pa padanya".(HR. Bukhari 6320 dan Muslim 2714)

Faidah hadits:

a. Sunnahnya mengebuti tempat tidur sebelum tidur.(Syarah Shahih Muslim 18/201)

b. Hendaklah mengebutinya tiga kali.(Fathul Bari 1 I/ /52)

c. Membaca 'Bismillah' ketika mengebutinya sebagaimana hadits riwayat Muslim no.2714.d. Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kcmudian kembali lagi, maka dianjurkan untuk mengebutinya kembali.(sebagaimana hadits riwayat Tirmidzi. 3410, dishahihkan oleh AI-Albani dalam; Kalim Thoyyib:3410)


7. LARANGAN TIDUR SATU SELIMUT

Berdasarkan hadits:

Dari Abu Said Al-Khudri dari bapaknya bahwasanya Rasulullah bersabda:  "Janganlah pria melihat aurat pria yang lain dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita yang lain, dan janganlah pria berkumpul dengan pria lain dalam satu selimut, dan janganlah wanita berkumpul dengan wanita lain dalam satu selimut".(HR. Muslim 339 dan Tirmidzi 2793)

8. BERBARING KE SIN

Imam Ibnul Qoyyim berkata: "Adalah Nabi tidur dengan berbaring kekanan dan beliau meletakkan tangannya yang kanan dibawah pipinya yang kanan".(Zaadul Ma'ad 1/150)

Rasulullah bersabda: Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah sepertiwudhu kalian untuk shalat kemudian berbaringlah kesisi kanan!(HR. Bukhari 247 dan Muslim 2710)

Sahabat Mulia Hudzaifah berkata: "Adalah Nabi apablla tidur beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya".(HR. Bukhari: 6314, Ahmad 3/5, Abu Dawud: 5045)

Imam Ibnul Jauzy berkata: "Keadaan tidur seperti ini sebagaimana ditegaskan oleh pakar kedokteran merupakan keadaan yang paling baik bagi tubuh".(Farhul Bari 11/132)

9. Membaca Ayat AI-Qur’an

Dianjurkan bagi setiap orang yang hendak tidur untuk membaca ayat-ayat AI-Qur'an terlebih dahulu, diantaranya:

a. Membaca Ayat kursi, berdasarkan hadits tentang kisah Abu Hurairah yang diajari oleh syaithon ayat kursi kemudian dia berkata: "Jika engkau membacanya, maka Allah senanriasa akan menjagamu dansyaithon tidak akan mendekatimu hingga pagi."(HR. Bukhari 2311)

b. Membaca surat Al-lkhlas, AI-Falaq, An-Naas, berdasarkan hadits A'isyah dia berkata: "Adalah Rasulullah apabila hendak tidur beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu meniupnya seraya membaca surat Al-lkhlas, Al- Falaq, An-Naas, kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan- nya kebagian tubuh yang bisa diusap, dirnulai dari kepala, wajah dan bagian tubuh lainnya sebanyak tiga kali ".(HR. Bukhari 5017, Abu Dawud 5056 dan Tirmidzi 3406)

c. Membaca Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, berdasarkan hadits: Dari Abu Mas'ud Al Badriyyi bahwa -sanya Rasulullah bersabda: "Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah barang siapa yang membacanya di-waktu malam maka akan mencukupinya".(HR. Bukhari 4008 dan Muslim 807)

10.Membaca Do’a

Banyak sekali do'a sebelum tidur yang telah diajarkan Nabi dtantaranya: "Yaa Allah dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidup".(Bukhari 6312, Abu Dawud 5049, Tirmidzi 3417 dan Ibnu Majah 3880)

"Yaa Allah... aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan segala urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat bersandar dan tempat menyelamatkan kecuali kepada-Mu, Yaa Allah... aku beriman kepada kitabMu yang telah engkau turunkan dan kepada NabiMu yang telah engkau utus", maka jika engkau meninggal pada malam harinya sungguh engkau meniggal dalam keadaan throh dan jadikanlah do'a tersebut akhir yang engkau ucapkan.(Bukhari 247 dan Muslim 2710)

11. Apa yang harus dilakukan jika bermimpi ?

Dari Abdullah Bin Abu Qotadah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Mimpi yang baik adalah dari Allah, sedamgkam mimpi yang buruk dari syaithon, maka apabila salah seoratg diantara kalian mimpi buruk hendak- lah ia meludah kearah kiri dan mohonlah perlindumgan kepada Allah dari kejelekannya, sesungguhnya hal itu tidak akan memadhorotinya".(HR. Bukhari 3292 dan Muslim 2261)

Faidah hadits:

a. Mimpi ada dua macam: baik dan buruk, mimpi yang baik adalah dari Allah sedangkan mimpi yang buruk dari syaithon.(Syarah Shahih Muslim 15/420)

b. Apabila bermimpi baik hendaklah ia memuji Allah dan menceritakannya kepada orang yang menyukai.(Fathul Bari 12/463)

c. Sebalknya apabi Ia bermimpi burns maka hendaklah  memohon perlindungan kepada Allah, kemudian meludah kearah kiri sebanyak tiga kali, bepindah tempat, shalat dua rakaat dan janganlah ia menceritakan kepada seorangpun.(Lihat Fathul Bari I2/463, Syarah Shahih Muslim 15/421)

12. Dibencinya tidur telungkup Berdasarkan hadits:

Dari Tikhfah Al-Ghifari dia berkata: Suatu ketika tatkala aku tidur didalam mesjid, tiba-tiba ada seorang yang menghampiriku, sedangkan aku dalam keadaan tidur terlungkup, lalu dia membangunkanku dengan kakinya seraya berkala: Bangunlah! Ini adalah bentuk tidur yang dibenci Allah, maka akupum mengangkat kepalaku ternyata beliau adalah Nabi.(HR. Bukhari dalam Adab Mufrod 1187, Tirmidzi 2768, Ibnu Majah 3723, dishahihkan oleh Al-Albani)

Berkata Syaroful Haq 'Azhim Abadi: "Berdasarkan hadits inI, bahwa tidur telungkup diatas perut adalah dilarang, dan itu adalah bentuk tidurnya syaithon".('Aunul Ma'bud 13/261)

13. Dibencinya tidur diatas rumah tanpa penutup

Berdasarkan hadits:Dari Ali Bin Syaiban bahwasanya Rasulullah: bersabda: Barang siapa yang tidur diatas rumah tanpa penutup/penghalang maka sungguh telah terlepas darinya penjagaan".(HR. Bukhari dalam Adab Mufrod 1192, Abu Dawud 5041. Ahmad 5/79, dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah 828. lihat pula Shahih adab Mufrod 908)

DOA KETIKA BANGUN TIDUR

Ketika bangun dari tidur hendaklah kita berdo'a:

"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setetah sebelumnya  mematikan kami dan hanya kepadaNya kami akan dibangkitkan ".(HR. Bukhari 6312, Abu Dawud 5049, Tirmidzi 3417, Ibnu Majah 3880)

Hadis-Hadis Berkaitan dengan Tidur

Sahih Bukhari

1. Dari Abu Salim r.a : Nabi saw bersabda, “Kalau kamu tidur, jangan dibiarkan api menyala dalam rumahmu.” [1730]

Dalam riwayat lain disebutkan juga agar mengunci pintu, tutup tempat simpanan air dan menyimpan makanan dan minuman (tidak terdedah). Terdapat juga anjuran agar mengibas-ngibaskan tempat tidur tiga kali sambil menyebut nama Allah.

2. Dari Huzaifah r.a, katanya : Nabi saw ketika membaringkan diri di tempat tidur di malam hari, beliau letakkan tangannya di bawah pipinya (mengereng ke kanan) kemudian beliau berdoa, “Allahumma bismika amuutu wa ahyaa” (Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan hidup).

Setelah bangun beliau berdoa, (Terjemahan : Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah dimatikan-Nya dan kepada-Nya kami akan bangkit kembali.” [1734]

3. Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Kalau seorang wanita (isteri) tidur dengan menjauhkan diri dari suaminya, maka malaikat melaknati wanita itu sampai ia kembali kepada suaminya.” [1606]

4. Sesiapa yang membacanya (Ayat Al-Qursi atau Surah Al-Baqarah : 255) ketika hendak tidur, dia akan dipelihara Allah dan syaitan tidak akan menghampirinya sehingga waktu pagi. [Al-Bukhari dalam Fathul Bari]

Sahih Muslim

 Dari Al Bara’ bin Azib r.a : Rasulullah saw bersabda, “Apabila engkau hendak tidur, maka berwudhuklah terlebih dahulu seperti wudhukmu untuk solat. Kemudian berbaringlah atas rusukmu yang kanan, kemudian berdoa : (Terjemahan : Ya Allah, Aku tundukkan wajahku di hadapan-Mu. Ku serahkan segala urusanku kepada-Mu. Ku serahkan diriku kepada-Mu dengan penuh harap (akan pahala-Mu) dan takut akan siksa-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tempat melepaskan diri melainkan kepada-Mu jua. Aku iman dengan kitab-Mu yang Engkau turunkan dan dengan Nabi-Mu yang diutus).

Dan jangan berkata-kata lagi sesudah itu. Jika engkau mati malam itu, maka engkau mati dalam keadaan fitrah (suci). [2332]

Terdapat banyak lagi doa-doa yang dianjurkan tetapi satu sudah memadai dan ini lafaz yang terdapat berwudhuk terlebih dahulu sebelum tidur.

Sahih Abu Daud

1. Dari Naufal r.a : Nabi saw berkata kepadanya, “Bacalah (Surah Al-Kafiruun) kemudian tidurlah ketika sampai pada akhirnya (baca sehingga habis). Sesungguhnya itu ada pembebas dari perbuatan syirik.” [5055]

2. Dari Aisyah r.a katanya : Nabi saw apabila hendak beranjak ke tempat tidurnya setiap malam, beliau menyatukan kedua tapak tangannya lalu meniupkan keduanya dan membacakan keduanya Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas.

Kemudian beliau mengusap dengan keduanya bahagian mana sahaja semampunya. Beliau memulainya dari atas kepala dan wajahnya dan bahagian belakang dari badannya. Beliau melakukan perkara itu tiga kali.” [5056]

3. Dari Ubadah bin Somit r.a : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa terbangun di sebahagian malam dan ia mengucapkan ketika ia terbangun;

Laa ilaha illallaah (Tiada tuhan selain Allah), Wahdahu laa syariikalah (Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya),

Lahulmuluku wa lahulhamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-ingg qadiir (Miliknya semua kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallaah, wallahuakbar, Walaa ‘haula walaa quwwata illa billah (Tiada daya dan kekuatan melainkan hanya dengan Allah).

Kemudian ia berdoa, ‘Rabbighfirlii’ (Ya Rabb, ampunilah aku).

Al-Walid berkata, ‘Atau ia berkata, “Ia berdoa maka akan dikabulkan doanya. Apabila ia bangun dari tidurnya kemudian berwudhuk untuk solat, maka solatnya diterima.” [5060]

4. Dari Ali r.a : ....(Diringkaskan dimana Nabi saw berbicara kepada Aisyah r.a) “Mahukah kalian aku khabarkan sesuatu yang lebih baik dari yang kalian minta apabila kalian hendak beranjak tidur?

Bertasbihlah (Subhanallah) 33 kali dan ucapkanlah Tahmid (Alhamdulillah) 33 kali dan ucapkanlah takbir (Allahuakbar) 34 kali, itu semua lebih baik dari seorang pembantu.” [5062]

Sahih Ibnu Majah

1. Dari Aisyah r.a : Nabi saw jika hendak pergi ke tempat tidurnya, maka beliau akan meniupkan pada kedua telapak tangannya dan membaca surah al-Mu’awwidzatain (Surah Al-Falaq dan An-Nas), kemudian beliau usapkan badannya dengan kedua tangannya tersebut. [3138]

2. Dari Muadz bin Jabal r.a : Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seorang hamba tidur di malam hari dalam keadaan suci, kemudian terbangun di tengah malam lalu ia memohon sesuatu kepada Allah dari perkara dunia mahupun perkara akhirat, nescaya akan diberikan kepadanya (dikabulkan permintaannya) itu.” [3145]

Sahih Nasa’i

1. Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya lalu berwudhuk, maka hendaklah ia menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya kembali sebanyak tiga kali kerana syaitan tinggal (bermalam) di dalam batang hidungnya.” [0090]

2. Dari Abdullah bin Abu Qais r.a, dia berkata : Aku bertanya kepada Aisyah, ‘Bagaimana Rasulullah saw tidur (adakah) dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur? Atau tidur sebelum mandi?

Aisyah menjawab, ‘Semua dilakukan oleh Rasulullah saw. Kadangkala beliau mandi dulu sebelum tidur dan kadangkala (hanya) berwudhuk lalu tidur.” [0402]

Tambahan : Jika Rasulullah saw dalam keadaan junub, jika beliau tidak mandi wajib beliau akan berwudhuk terlebih dahulu kemudian baru tidur.

3. Dari Abdullah bin Zaid bin Ashim, dia pernah melihat Rasulullah saw (tidur) terlentang di masjid dengan meletakkan salah satu kakinya di atas kaki yang lain. [0720]













Selasa, 05 Januari 2016

10 MANFAAT PUASA SENIN KAMIS

10 MANFAAT PUASA SENIN KAMIS

Puasa Senin kamis tuh , SUNNAH hukumnya
Siapa yang menjalankannya akan mendapat pahala, sementara yang tidak menjalankan tidak mendapat dosa. Namun, ibadah sunah tentu sangat bermanfaat bagi Anda baik secara langsung maupun tidak. Salah satu contohnya, yaitu ibadah sunah puasa senin kamis.

Manfaat puasa senin kamis sangat besar, dilihat dari segi kesehatan tubuh maupun mental dan spiritual yang dialami oleh pelakukanya. Oleh karena itu, mereka yang suka puasa senin kamis dapat memaksimalkan serta menyeimbangkan antara 

tiga kecerdasan, yaitu :

kecerdasan intelektual (IQ),
kecerdasan emosional (EQ), dan 
kecerdasan spiritual (SQ).

Manfaat puasa senin kamis memang sangat banyak dan membantu kehidupan manusia dalam beraktivitas sehari-hari. Di agama yang lain pun selain Islam, umatnya juga dianjurkan dan diperintahkan untuk berpuasa, meskipun tata caranya berbeda. Berikut akan disampaikan beberapa manfaat puasa senin kamis yang bisa Anda pelajari.

1.  PEREMAJAAN KULIT
Sel-sel kulit manusia yang telah mati perlu diganti atau dengan kata lain diremajakan kembali. Anda tidak perlu bantuan produk atau obat tertentu yang harus dikonsumsi. Anda hanya perlu melakukan puasa senin kamis secara rutin. Hal itu dikarena, berhubungan dengan metabolisme dalam tubuh manusia yang berhenti saat berpuasa, dan itu menyebabkan sel-sel tubuh dapat bekerja lebih aktif lagi, seperti halnya sel-sel kulit.

2.MENGENCANGKAN KULIT
Mungkin Anda tidak percaya apa hubungannya antara puasa senin kamis dengan pengencangan kulit. Seperti halnya peremajan kulit, saat Anda berpuasa sehari penuh metabolisme dalam tubuh juga ikut beristirahat sehingga membuat sel-sel dalam tubuh bekerja lebih maksimal. Hasilnya, antara lain, organ tubuh luar, seperti kulit akan lebih sehat dan kencang. Coba buktikanlah!
  
3.MENGELUARKAN RACUN DARI TUBUH
Tanpa penelitian dari para ilmuwan, Anda pun dapat berpikir secara logika, jika puasa puasa senin kamis dapat meneluarkan toksin atau racun dalam tubuh. Racun yang bercampur dalam lemak, darah, atau bagian yang lain itu berasal dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Untuk mengeluarkannya bukan hanya dengan berolah raga saja. Namun, Anda harus berhenti mengkonsumsi makanan dan minuman minimal selama sehari, agar racun dapat dikeluarkan dengan efektif. Pengeluarannya dapat lewat keringat, urine, atau saat Anda buang air besar. Cara puasa senin kamis memang dipercaya ampuh untuk mengelurkan racun yang sudah mengendap dalam tubuh. Jika racun-racun tersebut sudah keluar, maka Anda akan merasakan tubuh Anda lebih sehat dan bugar.


4. MEMBERIKAN ISTIRAHAT ORGAN PENCERNAAN
Organ perncernaan dalam tubuh yang Anda miliki diibaratkan seperti mesin, sebut saja mesin kendaraan bermotor. Tidak mungkin sebuah mesin dapat dihidupkan dan dijalankan terus menerus karena hanya akan merusak salah satu atau lebih onderdil atau sparepart bagian dari mesin tersebut. Oleh karena itu, mesin kendaraan bermotor juga membutuhkan istirahat agar tidak cepat rusak komponen di dalamnya. Selain itu, juga membutuhkan perawatan yang rutin.
Seperti juga organ pencernaan dalam tubuh Anda yang membutuhkan istirahat untuk tidak bekerja minimal sehari hingga dua hari dalam seminggu. Hal itu berfungsi untuk mengoptimalkan fungsi organ pencernaan, mengeluarkan racun-racun dalam organ pencernaan, serta sebagai perawatan rutin agar tidak cepat rusak untuk organ pencernaan Anda. Satu-satunya cara efektif yang bisa Anda lakukan untuk mengistirahatkan organ perncernaan adalah puasa senin kamis.
5. MENURUNKAN KADAR LEMAK
Lemak memang salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda. namun, jika Anda memiliki lemak dalam tubuh yang terlalu banyak tentu hanya akan membuat penyakit datang. Oleh karena itu, kelebihan lemak dalam tubuh Anda harus dihilangkan. Ada tiga cara yang sangat efektif dan dapat Anda lakukan segera, yaitu berolah raga secara teratur, melakukan diet yang menyehatkan, dan melakukan puasa senin kamis. Ketiga cara tersebut jika dilakukan dengan benar, dijamin akan menurunkan kadar lemak dalam tubuh Anda. akibat positifnya, tubuh Anda akan terhindar dari gangguan penyakit, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol.

6. MEMPERCANTIK KAUM WANITA SECARA ALAMI
Dengan berpuasa senin kamis, sel-sel tubuh akan mengalami reorganisasi atau pergantian secara teratur. Hal itu yang menyebabkan sel-sel dalam tubuh Anda selalu mengalami peremajaan. Dengan begitu, organ dalam maupun luar tubuh Anda akan menjadi lebih sehat dan segar. Misalnya, pada organ kulit yang mengalami peremajaan sel-sel kulit akan menjadikan kulit wajah lebih bersih, segar, dan terlihat cantik. Bagi Anda para wanita yang menginginkan terlihat selalu tampil cantik dan awet muda, tidak ada salahnya mencoba melakukanpuasa senin kamis. 


7. MENENANGKAN JIWA DAN PERASAAN

                 Orang sudah terbiasa melakukan puasa senin kamis biasanya dapat lebih mengontrol pikiran dan perasaannya. Sebagai contoh, dengan puasa senin kamis orang dapat lebih bersabar, mengontrol hawa nafsu, dan pikiran-pikiran kotor atau negatif. Denganterkontrolnya pikiran, akan menyebabkan ketenangan jiwa. Bagi Anda yang selama ini selalu dihantui rasa takut, stres, depresi, atau mengarah pada gangguan kejiwaan. Cobalah mempraktikkan puasa senin kamis agar pikiran dan jiwa Anda lebih tenang dan terkontrol.


8. MAMPU MENGENDALIKAN HAWA NAFSU
Orang yang sering melakukan puasa senin kamis lebih mampu dan mahir mengendalikan hawa nafsu yang selalu bergejolak dalam hati dan pikirannya. Contoh yang logis adalah seorang pemuda atau pemudi yang selalu merasa kesepian dan selalu terbayang berhubungan dengan lawan jenisnya. Setiap manusia normal pasti berharap seperti itu. Namun, hawa nafsu seperti itu harus selalu dikontrol agar tidak menimbulkan efek negatif pada diri yang bersangkutan. Salah satu cara yang paling efektif untuk mengendalikan hawa nafsu adalah melakukan puasa senin kamis.


9. LEBIH PEKA TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR
Saat Anda melakukan puasa senin kamis, pasti akan merasakan lapar dan haus yang sangat. Rasa seperti itulah yang dirasakan oleh banyak orang miskin dan tidak mampu. Mereka untuk mengisi perut agar tetap bisa hidup hingga mengemis atau memungut makanan sisa dari tumpukan sampah. Namun, Anda tentu lebih beruntung karena tidak mengalaminya. Oleh karena itu, orang yang biasa berpuasa senin kamis lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Rasa ini menjadi lebih besar saat orang yang berpuasa tersebut mengalami rasa lapar dan haus, seperti yang dirasakan orang-orang miskin.


10. LEBIH BANYAK BERAMAL
Orang yang terbiasa puasa senin kamis akan lebih meningkatkan amalan ibadahnya dengan banyak beramal. Misalnya, memberikan bantuan kepada fakir miskin, orang yang tidak mampu, atau kepada anak-anak yatim. Orang tersebut yakin dengan banyaknya amalan tambahan pendamping puasa senin kamis yang dijalankannya, maka akan memperoleh banyak pahala yang berlipat. Itulah efek positif secara tidak langsung yang dapat diraih setiap orang yang puasa senin kamis.

Senin, 04 Januari 2016

MANDI wajib tidak sah, maka SHOLAT juga tidak sah


MANDI WAJIB merupakan perkataan yang mudah disebut, tetapi jangan terkejut jika dikatakan banyak umat Islam di Tanah Air kita yang tidak sah mandi wajibnya kerana tidak melakukannya dengan betul.
Untuk melakukan mandi wajib yang betul, seseorang itu tidak boleh melakukannya dengan hanya mandi secara berdiri atau duduk mencangkung sahaja. Sebaliknya, ia mesti dilakukan dalam kedua2 keadaan bagi membolehkan seseorang itu meratakan air ke seluruh anggota badannya yang zahir.
Ustadz Haji Mat Jais Kamos, 49, menegaskan, bagaimanapun, berdasarkan pengalamannya sebagai bekas kadi di Pejabat Agama Islam Gombak Timur dan penceramah, didapati banyak umat Islam yang tidak mengetahui perkara ini.
"Akibatnya, mandi wajibnya menjadi tidak sah kerana tidak memenuhi salah satu rukun mandi wajib iaitu meratakan air keseluruh anggota badan yang zahir. Apabila mandi wajib tidak sah, ibadat yang dilakukan oleh seseorang itu juga turut tidak sah. Itulah akibatnya jika tidak melakukan mandi wajib dengan betul," 
Mandi wajib yang juga sebagai MANDI JUNUB atau JANABAH tidak boleh dipandang ringan oleh umat islam. Setiap orang yang melakukannya mestilah mengetahui dan memenuhi rukun2nya. Jika tidak, mandi wajib seseorang itu tidak akan sah.

RUKUN MANDI WAJIB 
Rukun mandi wajib ada 3 perkara yaitu :

Pertama, niat.
Kedua, menghilangkan najis di badan.
Ketiga, meratakan air keseluruh anggota badan yang zahir.


NIAT MANDI
Niat mandi wajib:
"Sengaja aku mengangkat hasar besar kerana Allah Taala.".
Bagi perempuan yang habis haid, niat mandi wajib ialah:
" Sengaja aku mengangkat hadas haid kerana Allah Taala."
Manakala bagi perempuan yang habis nifas, niat mandi wajibnya ialah:
" Sengaja aku mengangkat hadas nifas kerana Allah Taala".

Niat itu di dalam hati dan ia hendaklah disertakan ketika air sampai ke mana2 bahagian anggota badan.
 
Niat itu jika dilambatkan atau ketika seseorang itu memulakannya selepas dia telah membasuh salah 1 anggota badannya akan menjadikan mandi wajibnya tidak sah. Oleh itu dia mestilah memulakan kembali niatnya ketika dia mula menyampaikan air keseluruh anggota badannya. Sekiranya dia berniat sebelum air sampai ke badan, niat itu juga tidak sah. Oleh itu mandi wajibnya tidak sah.


MENGHILANGKAN HAJIS DARI BADAN
Mengenai rukun mandi wajib yang ke2, iaitu menghilangkan najis yang ada pada badan, menurut Ustaz Haji Mat Jais, menurut Imam Nawawi, jika kita ada najis di badan, najis itu boleh dibasuh serentak dengan mandi wajib. Ertinya membasuh najis dengan mandi itu boleh disekalikan.


MERATAKAN AIR KE SELURUH ANGGOTA BADAN
Sementara rukun mandi wajib yang ke3, iaitu meratakan air ke seluruh anggota badan yang zahir, meliputi kulit, rambut dan bulu yang ada di badan, sama ada bulu2 yang jarang atau lebat. Jika rambut seseorang itu ditocang atau disanggul, sekiranya tidak sampai air ke dalamnya, tocang atau sanggul itu wajiblah dibuka. Bulu2 dalam lubang hidung pula, tidak wajib dibasuh kerana dianggap batin. Tetapi sekiranya, bulu2 di dalam hidung itu bernajis, ia wajiblah dibasuh.
Mengenai kuku pula, jika di dalam kuku ada kotoran yg boleh menghalang sampai air ke badan khususnya di bahagian bawah kuku, kotoran itu wajiblah dibuang. Membuang kotoran di dalam kuku itu pula boleh dilakukan ketika sedang mandi.
Tentang rambut yg diwarnakan pula selain inai, inilah yang merumitnya.
Sebenarnya jika rambut seseorang itu diwarnakan dengan pewarna selain inai, mandi wajib seseorang itu tidak sah. Oleh itu, seseorang yang mewarnakan rambutnya dengan pewarna selain inai, jika dia hendak mandi wajib, dia mestilah membuang pewarna pada rambutnya terlebih dahulu. Tetapi untuk membuang pewarna itu pula bagaimana?..
Inilah yang rumitnya. Sedangkan pewarna pada rambut itu sebenarnya tidak boleh dibuang begitu mudah.
Yang menyebabkan mandi wajib orang yang menggunakan pewarna pada rambutnya tidak sah kerana pewarna itu akan menyalut rambutnya yang menghalang air sampai ke rambut. Ini berbeza dengan inai. Inai sebenarnya akan meresap ke rambut, tetapi pewarna pula akan menyalut rambut menyebabkan air terhalang ke rambut.
Tetapi dalam hal ini, jangan pula ada yang salah faham. Sebenarnya pewarna itu jika dikeluarkan sijil halal oleh Ulama dan sekiranya pewarna itu tidak bernajis, bukanlah bermaksud menjadi tidak sah. Dalam hal ini, sukalah saya menyatakan bahawa sembahyang dan mandi wajib itu berbeda. Jadi, mestilah dipandang dari sudut yg berbeda.
Dalam hal ini juga, saya ingin menyatakan, huraian mengenai rukun mandi wajib seperti yang telah saya nyatakan ini adalah merupakan perbedaan sah atau tidak mandi wajib. Jadi, ia perlulah diberikan perhatian yang lebih oleh umat Islam.

SEBAB - SEBAB MANDI WAJIB
Sebab-sebab mandi wajib ada enam :, tiga diantaranya sering terjadi pada laki-laki dan prempuan, dan tiga lagi khusus pada perempuan saja, yaitu :

1. Bersetubuh, baik keluar mani maupun tidak
Sabda Nabi : “ Apabila dua yang dihitam bertemu, maka sesungguhnya telah diwajibkan mandi, meskipun tidak keluar mani (HR. MUslim)
2. Keluar mani, baik keluarnya karena bermimpi ataupun sebab lain dengan sengaja atau bukan
Sabda Nabi :” Dari Ummi salamah, sesungguhnya Ummi sulaim telah bertanya kepada Rasululah SAW, Ya Rasululah, sesungguhnya Allah tidak malu memperkatakan yang hak, Apakah perempuan mandi apabila bermimpi? Jawab beliau ,Ya (wajib atas mandi), apabila ia melihat air ( artinya keluarnya mani) Sepakat Ahli Hadits.
Hadits lain : Dari Khaulah, sesungguhnya ia telah bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, mengenai perempuan yang bermimpi seperti laki-laki bermimpi. Jawab Nabi , Ia tidak wajib mandi sehingga keluar maninya sebagaimana laki-laki tidka wajib mandi apabila tidak keluar mani (HR. Annasai dan Ahmad)
3. Mati, Orang Islam yang mati fardhu kifayah bagi muslim yang hidup untuk memandikannya.
Hadits  Nabi : Dari  Ibnu Abbas sesungguhnya Rasululah saw telah berkata tentang orang yang berihram yang terlempar dari punggung untanya hingga ia meninggal , beliau berkata ” Mandikanlah di olehmu dengan air daun bidara. (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Perempuan yang berhenti haid
5. Seorang wanita yang telah bernifas
6. Melahirkan
Mandi wajib boleh dilakukan di mana2 dengan menggunakan air mutlak sama ada air telaga, air paip, sungai laut dan tasik.
Bagi pasangan suami isteri yang bersetubuh pula, mereka tidak semestinya mandi selepas bersetubuh, tetapi diwajibkan mandi ketika ingin beribadat. Selepas bersetubuh pula, jika ia dilakukan pada waktu malam, jika tidak mahu mandi wajib, seelok2nya ambillah wuduk sebelum tidur itu adalah sunat, manakala tidak berwuduk sebelum tidur adalah makruh.
<body>