AMALAN YANG SERING KITA LEWATKAN SEBULUM TIDUR
Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu,
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (keda-tangan) hari
kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al‐Ahzab; 33 : 21).Sahabat ana yang disayangi ALLOH SUBHANAHU WA TA'ALA ,tidur adalah bagian tanda kekuasaan Alloh, sebagaimana difirmankan dalam Al-Quran :
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan". (QS. Ar-Ruum: 23)
Dan juga dalam firmanNya yang lain :
"Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat".(QS. An-Naba': 9).
Lebih lengkapnya tentang adab tidur menurut tuntunan Rasululloh Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam adalah sbb :
1. ANJURAN TIDUR SIANG
Berkata Ibnu Atsir: "Qoyluulah adalah istirahat di pertengahan siang walaupun tidak tidur".(Nihayah Fi Ghoribil Hadits 4/133)
Berdasarkan hadits:Dari Sahl Bin Sa'd dia berkata: "Tdaklah kami qoyluulah dan makan siang kecuali setelah shalat jum'at".(HR. Bukhari 939 dan Muslim 859)
Juga Rasulullah bersabda: "Qoyluulah kalian sesungguhnya syaithon tidak qoyluulah"(HR. Abu Nu'aim dalam At-Thib: 12/1, Thabrani dalam Al-Ausath: 2725, dihasankan oleh AlAlbani dalam As-Shahihah: 1647)
Al-Ha zh Ibnu Hajar berkata: "Hadits diatas menunjukkan bahwa qoyluulah termasuk kebiasaan para sahabat Nabi setiap harinya".(Fatliul Bari: 11/ 83)
2. TIDUR DI AWAL MALAM
Rasulullah adalah teladan bagi setiap muslim, maka barang siapa yang memperhatikan tidurnya, niscaya dia akan mendapati bahwa tidumya beliau paling sempurna dan paling bermanfaat bagi tubuh. Beliau tidur diawal malam dan bangun diawal sepertiga malam.
Sahabat mulia Ibnu Abbas pernah bertutur: "Suatu ketika aku pernah bermalam dirumah bibiku Muimunah untuk melihat bagaimana shalatnya Rusulullah, beliau berbincang sejenak bersama istrinya, kemudian tidur".(HR. Muslim: 763)
3. DIBENCINYA TIDUR SEBELUM ISHA dan ngobrol setelahnya.
Berdasarkan hadits:Dari Abu Barzah bahwasanya Rasulullah membenci tidur sebelum isya' dan bercakap-cakap setelahrtya.(HR. Bukhari 568 dan Muslim: 647)
Al-Ha fizh lbnu Hajar berkata: "Dibencinya tidur sebelum Isya' karena dapat melalaikan pelakunya dari shalat isya' hingga keluar waktunya, adapun bercakapcakap setelahnya yang tidak ada manfaatnya-pent, dapat meyebabkan tidur hingga shalat shubuh dan luput dari shalat malam".(Fathul Bari 1/278)
Kemudian Al-Ha zh menegaskan bahwa larangan bercakap-cakap setetah Isya' dikhususkan pada percakapan yang tidak ada manfaat dan kebaikan didalamnya.(Fathul Bari 1/278) Adapun percakapan yang bermanfaat maka tidaklah termasuk dalam larangan ini, sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat bahwasanya Nabi bersama Abu Bakar pernah bercakap-cakap hingga larut malam karena urusan kaum muslimin.(HR. Tirmidzi 169, Ahmad 1115, dishahihkan oleh AI-Albani dalam As-Shahihah, 2781)
4. MENUTUP PINTU, MEMATIKAN API / LAMPU
Berdasarkan hadits:Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tu tuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.(HR. Bukhari 6296 dan Muslim 2012)
Juga berdasarkan hadits:
Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah bersabda: "Janganlah kalian meningalkan api yang menyala ketika kalian tidur".(HR. Bukhari 6293)
5. BERWUDHU
Berdasarkan hadits:
Dari Baro' Bin 'Azib bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat".(HR. Bukhari 247 dan Muslim 2710)
Imam Nawawi berkata:"Hadits ini berisi anjuran berwudhu ketika hendak tidur, apabila seseorang telah mempunyai wudhu maka hal itu telah mencukupinya, karena maksud dari itu semua adalah tidur dalam keadaan suci khawatir maut menjemput - nya seketika itu, maksud yang lain dengan berwudhu dapat menjauhkan diri dari gangguan syaithon dan perasaan takut ketika tidur".(Syarah Shahih Muslim 17/197)
6. MEMBERSIKAN TEMPAT TIDUR SBELUM TIDUR
Berdasarkan hadits:Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila salah se- orang diantara kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menim-pa padanya".(HR. Bukhari 6320 dan Muslim 2714)
Faidah hadits:
a. Sunnahnya mengebuti tempat tidur sebelum tidur.(Syarah Shahih Muslim 18/201)
b. Hendaklah mengebutinya tiga kali.(Fathul Bari 1 I/ /52)
c. Membaca 'Bismillah' ketika mengebutinya sebagaimana hadits riwayat Muslim no.2714.d. Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kcmudian kembali lagi, maka dianjurkan untuk mengebutinya kembali.(sebagaimana hadits riwayat Tirmidzi. 3410, dishahihkan oleh AI-Albani dalam; Kalim Thoyyib:3410)
7. LARANGAN TIDUR SATU SELIMUT
Berdasarkan hadits:
Dari Abu Said Al-Khudri dari bapaknya bahwasanya Rasulullah bersabda: "Janganlah pria melihat aurat pria yang lain dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita yang lain, dan janganlah pria berkumpul dengan pria lain dalam satu selimut, dan janganlah wanita berkumpul dengan wanita lain dalam satu selimut".(HR. Muslim 339 dan Tirmidzi 2793)
8. BERBARING KE SIN
Imam Ibnul Qoyyim berkata: "Adalah Nabi tidur dengan berbaring kekanan dan beliau meletakkan tangannya yang kanan dibawah pipinya yang kanan".(Zaadul Ma'ad 1/150)
Rasulullah bersabda: Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah sepertiwudhu kalian untuk shalat kemudian berbaringlah kesisi kanan!(HR. Bukhari 247 dan Muslim 2710)
Sahabat Mulia Hudzaifah berkata: "Adalah Nabi apablla tidur beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya".(HR. Bukhari: 6314, Ahmad 3/5, Abu Dawud: 5045)
Imam Ibnul Jauzy berkata: "Keadaan tidur seperti ini sebagaimana ditegaskan oleh pakar kedokteran merupakan keadaan yang paling baik bagi tubuh".(Farhul Bari 11/132)
9. Membaca Ayat AI-Qur’an
Dianjurkan bagi setiap orang yang hendak tidur untuk membaca ayat-ayat AI-Qur'an terlebih dahulu, diantaranya:
a. Membaca Ayat kursi, berdasarkan hadits tentang kisah Abu Hurairah yang diajari oleh syaithon ayat kursi kemudian dia berkata: "Jika engkau membacanya, maka Allah senanriasa akan menjagamu dansyaithon tidak akan mendekatimu hingga pagi."(HR. Bukhari 2311)
b. Membaca surat Al-lkhlas, AI-Falaq, An-Naas, berdasarkan hadits A'isyah dia berkata: "Adalah Rasulullah apabila hendak tidur beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu meniupnya seraya membaca surat Al-lkhlas, Al- Falaq, An-Naas, kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan- nya kebagian tubuh yang bisa diusap, dirnulai dari kepala, wajah dan bagian tubuh lainnya sebanyak tiga kali ".(HR. Bukhari 5017, Abu Dawud 5056 dan Tirmidzi 3406)
c. Membaca Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, berdasarkan hadits: Dari Abu Mas'ud Al Badriyyi bahwa -sanya Rasulullah bersabda: "Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah barang siapa yang membacanya di-waktu malam maka akan mencukupinya".(HR. Bukhari 4008 dan Muslim 807)
10.Membaca Do’a
Banyak sekali do'a sebelum tidur yang telah diajarkan Nabi dtantaranya: "Yaa Allah dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidup".(Bukhari 6312, Abu Dawud 5049, Tirmidzi 3417 dan Ibnu Majah 3880)
"Yaa Allah... aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan segala urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat bersandar dan tempat menyelamatkan kecuali kepada-Mu, Yaa Allah... aku beriman kepada kitabMu yang telah engkau turunkan dan kepada NabiMu yang telah engkau utus", maka jika engkau meninggal pada malam harinya sungguh engkau meniggal dalam keadaan throh dan jadikanlah do'a tersebut akhir yang engkau ucapkan.(Bukhari 247 dan Muslim 2710)
11. Apa yang harus dilakukan jika bermimpi ?
Dari Abdullah Bin Abu Qotadah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Mimpi yang baik adalah dari Allah, sedamgkam mimpi yang buruk dari syaithon, maka apabila salah seoratg diantara kalian mimpi buruk hendak- lah ia meludah kearah kiri dan mohonlah perlindumgan kepada Allah dari kejelekannya, sesungguhnya hal itu tidak akan memadhorotinya".(HR. Bukhari 3292 dan Muslim 2261)
Faidah hadits:
a. Mimpi ada dua macam: baik dan buruk, mimpi yang baik adalah dari Allah sedangkan mimpi yang buruk dari syaithon.(Syarah Shahih Muslim 15/420)
b. Apabila bermimpi baik hendaklah ia memuji Allah dan menceritakannya kepada orang yang menyukai.(Fathul Bari 12/463)
c. Sebalknya apabi Ia bermimpi burns maka hendaklah memohon perlindungan kepada Allah, kemudian meludah kearah kiri sebanyak tiga kali, bepindah tempat, shalat dua rakaat dan janganlah ia menceritakan kepada seorangpun.(Lihat Fathul Bari I2/463, Syarah Shahih Muslim 15/421)
12. Dibencinya tidur telungkup Berdasarkan hadits:
Dari Tikhfah Al-Ghifari dia berkata: Suatu ketika tatkala aku tidur didalam mesjid, tiba-tiba ada seorang yang menghampiriku, sedangkan aku dalam keadaan tidur terlungkup, lalu dia membangunkanku dengan kakinya seraya berkala: Bangunlah! Ini adalah bentuk tidur yang dibenci Allah, maka akupum mengangkat kepalaku ternyata beliau adalah Nabi.(HR. Bukhari dalam Adab Mufrod 1187, Tirmidzi 2768, Ibnu Majah 3723, dishahihkan oleh Al-Albani)
Berkata Syaroful Haq 'Azhim Abadi: "Berdasarkan hadits inI, bahwa tidur telungkup diatas perut adalah dilarang, dan itu adalah bentuk tidurnya syaithon".('Aunul Ma'bud 13/261)
13. Dibencinya tidur diatas rumah tanpa penutup
Berdasarkan hadits:Dari Ali Bin Syaiban bahwasanya Rasulullah: bersabda: Barang siapa yang tidur diatas rumah tanpa penutup/penghalang maka sungguh telah terlepas darinya penjagaan".(HR. Bukhari dalam Adab Mufrod 1192, Abu Dawud 5041. Ahmad 5/79, dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah 828. lihat pula Shahih adab Mufrod 908)
DOA KETIKA BANGUN TIDUR
Ketika bangun dari tidur hendaklah kita berdo'a:
"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setetah sebelumnya mematikan kami dan hanya kepadaNya kami akan dibangkitkan ".(HR. Bukhari 6312, Abu Dawud 5049, Tirmidzi 3417, Ibnu Majah 3880)
Hadis-Hadis Berkaitan dengan Tidur
Sahih Bukhari
1. Dari Abu Salim r.a : Nabi saw bersabda, “Kalau kamu tidur, jangan dibiarkan api menyala dalam rumahmu.” [1730]
Dalam riwayat lain disebutkan juga agar mengunci pintu, tutup tempat simpanan air dan menyimpan makanan dan minuman (tidak terdedah). Terdapat juga anjuran agar mengibas-ngibaskan tempat tidur tiga kali sambil menyebut nama Allah.
2. Dari Huzaifah r.a, katanya : Nabi saw ketika membaringkan diri di tempat tidur di malam hari, beliau letakkan tangannya di bawah pipinya (mengereng ke kanan) kemudian beliau berdoa, “Allahumma bismika amuutu wa ahyaa” (Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan hidup).
Setelah bangun beliau berdoa, (Terjemahan : Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah dimatikan-Nya dan kepada-Nya kami akan bangkit kembali.” [1734]
3. Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Kalau seorang wanita (isteri) tidur dengan menjauhkan diri dari suaminya, maka malaikat melaknati wanita itu sampai ia kembali kepada suaminya.” [1606]
4. Sesiapa yang membacanya (Ayat Al-Qursi atau Surah Al-Baqarah : 255) ketika hendak tidur, dia akan dipelihara Allah dan syaitan tidak akan menghampirinya sehingga waktu pagi. [Al-Bukhari dalam Fathul Bari]
Sahih Muslim
Dari Al Bara’ bin Azib r.a : Rasulullah saw bersabda, “Apabila engkau hendak tidur, maka berwudhuklah terlebih dahulu seperti wudhukmu untuk solat. Kemudian berbaringlah atas rusukmu yang kanan, kemudian berdoa : (Terjemahan : Ya Allah, Aku tundukkan wajahku di hadapan-Mu. Ku serahkan segala urusanku kepada-Mu. Ku serahkan diriku kepada-Mu dengan penuh harap (akan pahala-Mu) dan takut akan siksa-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tempat melepaskan diri melainkan kepada-Mu jua. Aku iman dengan kitab-Mu yang Engkau turunkan dan dengan Nabi-Mu yang diutus).
Dan jangan berkata-kata lagi sesudah itu. Jika engkau mati malam itu, maka engkau mati dalam keadaan fitrah (suci). [2332]
Terdapat banyak lagi doa-doa yang dianjurkan tetapi satu sudah memadai dan ini lafaz yang terdapat berwudhuk terlebih dahulu sebelum tidur.
Sahih Abu Daud
1. Dari Naufal r.a : Nabi saw berkata kepadanya, “Bacalah (Surah Al-Kafiruun) kemudian tidurlah ketika sampai pada akhirnya (baca sehingga habis). Sesungguhnya itu ada pembebas dari perbuatan syirik.” [5055]
2. Dari Aisyah r.a katanya : Nabi saw apabila hendak beranjak ke tempat tidurnya setiap malam, beliau menyatukan kedua tapak tangannya lalu meniupkan keduanya dan membacakan keduanya Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas.
Kemudian beliau mengusap dengan keduanya bahagian mana sahaja semampunya. Beliau memulainya dari atas kepala dan wajahnya dan bahagian belakang dari badannya. Beliau melakukan perkara itu tiga kali.” [5056]
3. Dari Ubadah bin Somit r.a : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa terbangun di sebahagian malam dan ia mengucapkan ketika ia terbangun;
Laa ilaha illallaah (Tiada tuhan selain Allah), Wahdahu laa syariikalah (Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya),
Lahulmuluku wa lahulhamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-ingg qadiir (Miliknya semua kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallaah, wallahuakbar, Walaa ‘haula walaa quwwata illa billah (Tiada daya dan kekuatan melainkan hanya dengan Allah).
Kemudian ia berdoa, ‘Rabbighfirlii’ (Ya Rabb, ampunilah aku).
Al-Walid berkata, ‘Atau ia berkata, “Ia berdoa maka akan dikabulkan doanya. Apabila ia bangun dari tidurnya kemudian berwudhuk untuk solat, maka solatnya diterima.” [5060]
4. Dari Ali r.a : ....(Diringkaskan dimana Nabi saw berbicara kepada Aisyah r.a) “Mahukah kalian aku khabarkan sesuatu yang lebih baik dari yang kalian minta apabila kalian hendak beranjak tidur?
Bertasbihlah (Subhanallah) 33 kali dan ucapkanlah Tahmid (Alhamdulillah) 33 kali dan ucapkanlah takbir (Allahuakbar) 34 kali, itu semua lebih baik dari seorang pembantu.” [5062]
Sahih Ibnu Majah
1. Dari Aisyah r.a : Nabi saw jika hendak pergi ke tempat tidurnya, maka beliau akan meniupkan pada kedua telapak tangannya dan membaca surah al-Mu’awwidzatain (Surah Al-Falaq dan An-Nas), kemudian beliau usapkan badannya dengan kedua tangannya tersebut. [3138]
2. Dari Muadz bin Jabal r.a : Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seorang hamba tidur di malam hari dalam keadaan suci, kemudian terbangun di tengah malam lalu ia memohon sesuatu kepada Allah dari perkara dunia mahupun perkara akhirat, nescaya akan diberikan kepadanya (dikabulkan permintaannya) itu.” [3145]
Sahih Nasa’i
1. Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya lalu berwudhuk, maka hendaklah ia menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya kembali sebanyak tiga kali kerana syaitan tinggal (bermalam) di dalam batang hidungnya.” [0090]
2. Dari Abdullah bin Abu Qais r.a, dia berkata : Aku bertanya kepada Aisyah, ‘Bagaimana Rasulullah saw tidur (adakah) dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur? Atau tidur sebelum mandi?
Aisyah menjawab, ‘Semua dilakukan oleh Rasulullah saw. Kadangkala beliau mandi dulu sebelum tidur dan kadangkala (hanya) berwudhuk lalu tidur.” [0402]
Tambahan : Jika Rasulullah saw dalam keadaan junub, jika beliau tidak mandi wajib beliau akan berwudhuk terlebih dahulu kemudian baru tidur.
3. Dari Abdullah bin Zaid bin Ashim, dia pernah melihat Rasulullah saw (tidur) terlentang di masjid dengan meletakkan salah satu kakinya di atas kaki yang lain. [0720]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar